Begini Cara Mengemudi Supercar yang Aman

Avatar photo

BantenNet, OTOMOTIF – Pada dasarnya Supercar berbeda dengan mobil yang digunakan untuk harian. Mobil sport adalah kendaraan yang diciptakan dengan berbagai kelebihan, seperti: mesin, fitur, bentuk, suara, rasa, serta bantingan. Nah disini, pengemudi dapat melihat lebih dalam penguasaan yang detail agar proses berkendara menjadi aman dan benar.

Bagaimana Cara Kemudikan Sportcar/Supercar/Hypercar yang baik? Berikut adalah penjelasannya di bawah ini.

1. Pengecekan dari Luar

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah pengecekan “di luar” kendaraan sport tersebut, seperti Ground Clearance (untuk pengemudi dapat menentukan pusat gravitasi). Kondisi dan karakter ban-nya, apakah sudah sesuai dengan peruntukannya, basah/kering, HT/AT, directional/undirectional.

Posisi mesinnya, mesin depan, tengah atau belakang agar pengemudi mampu menekan gejala understeer dan oversteer yang kelebihan, titik referensi kendaraan.

2. Pengecekan Inside

Pengecekan “Inside/di dalam” seperti: setel tempat duduk, pastikan pengemudi dapat duduk dengan nyaman dan mampu menjangkau instrumen yang ada di dashboard, agar proses pengoperasian dan pengontrolan kendaraan berjalan baik.

Pastikan pengemudi dapat masuk dan keluar kabin dengan lancar. Setel posisi kaca spion, amati sudut-sudut blindspot yang biasanya terjadi karena posisi dan bentuk pilar pada kendaraan. Pastikan fitur (pasif & aktif) yang terpasang, apakah bekerja dengan baik dan pengemudi memahami cara kerja serta pengoprasiannya. Seperti sistem rem, suspensi, airbag, steering, safety belt, serta body frame.

3. Lakukan Orientasi

Amati dan pastikan paham pengoprasionalannya: sistem transmisi AT/MT, rem parkir, cara menghidupkan mesin dan letak tuas-tuas instrumen penunjang lainnya. Ketika mesin hidup, cek kedalaman pedal rem, dengar raungan mesinnya (injak pedal gas, seberapa agresif jarus RPM bergerak naik) dan putar kemudi ke kanan atau kiri (untuk mengetahui lag dan besar sudut belok).

Tunggu beberapa saat, pastikan pengemudi mampu mengontrol emosi dan menguasai teknik keselamatan berkendara. Pastikan safetybelt semua terpasang (jika ada penumpang) sebelum kendaraan bergerak.

5 hingga 10 menit pertama pada saat kendaraan bergerak, merupakan proses pengemudi belajar menguasai kendaraan sport tersebut. Untuk itu lakukan dengan kecepatan yang rendah serta kenali gejala-gejala yang terdapat pada kendaraan.

4. Operasional & Manuver

Lakukan operasional perangkat dengan benar dan sesuai agar tidak merusak mobil sport tersebut. Posisikan kedua tangan selalu memegang kemudi pada posisi jam 3 dan 9. Tujuannya untuk menganggap getaran dan kestabilan.

memutar kemudi teknik “Pull & Push” dan bermanuver berbelok secara “Out-In-Out” dengan kecepatan yang disesuaikan. Setelah merasa yakin, tetap kontrol emosi, jangan terpancing untuk berakselerasi dengan kencang karena mendengar raungan suara knalpot (kecuali kondisinya memungkinkan) atau mempromosikan kepada pengendara lain.

Garis Bawah

Selalu waspada adalah salah satu kunci keselamatan. Jangan pernah melampaui kemampuan diri sendiri, dilakukan secara bertahap mengingat mobil sport memang dibuat lebih agresif dari kendaraan pada umumnya.