BantenNet, TANGERANG – Di tengah persoalan sampah yang selama ini kerap dipandang sebagai beban lingkungan, sebuah proyek strategis justru hadir membawa harapan baru. Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) diproyeksikan menjadi titik balik dalam pengelolaan lingkungan sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.
Aktivis Pantura, Nurdin Kurniawan, S.H., menilai proyek PSEL bukan sekadar upaya mengurai tumpukan sampah. Menurutnya, PSEL dirancang untuk menghasilkan energi listrik yang akan disalurkan ke jaringan listrik lokal. Kehadiran listrik berbasis sampah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.
“PSEL tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan bagi daerah,” ujar Nurdin saat ditemui di kediamannya, Sabtu (27/12/2025).
Selain manfaat energi, proyek ini juga diyakini membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat sekitar. Sejak tahap konstruksi hingga operasional, PSEL membutuhkan tenaga kerja lokal di berbagai sektor, mulai dari teknis, pengelolaan, hingga pendukung operasional. Bagi warga sekitar, proyek ini bukan sekadar pembangunan industri, melainkan peluang sumber penghidupan baru.
Dampak ekonomi PSEL pun diprediksi akan menjalar lebih luas. Dengan hadirnya sistem pengelolaan sampah terpadu, aktivitas daur ulang dan ekonomi sirkular diperkirakan akan tumbuh. Masyarakat secara perlahan diarahkan untuk melihat sampah sebagai sumber daya bernilai, bukan lagi limbah yang harus dibuang.
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), PSEL didukung investasi besar yang mencapai sekitar Rp3 triliun. Nilai tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur ramah lingkungan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk menunjang kelancaran proyek, Nurdin juga mendorong pemerintah daerah agar menyiapkan akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya. Infrastruktur tersebut tidak hanya menopang operasional PSEL, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti peningkatan konektivitas dan akses wilayah.
“Dengan konsep mengolah masalah menjadi solusi, PSEL diharapkan menjadi contoh nyata bahwa sampah bisa menjadi sumber energi, lapangan kerja, dan kemajuan ekonomi. Jika berjalan optimal, proyek ini tidak hanya mengubah wajah pengelolaan sampah, tetapi juga masa depan daerah,” pungkas Nurdin.
> hri














