Analisa Kritis atas Belum Terlaksananya Audiensi Kongres Rakyat Banten V dengan Gubernur Banten dan Ketua DPRD Banten
Oleh: Kurtubi Tokoh Masyarakat Tangerang.
BantenNet, OPINI – Sudah menjadi norma dasar dalam tata kelola pemerintahan yang baik bahwa setiap surat dari masyarakat layak mendapatkan tanggapan yang jelas. Apalagi jika yang mengirimkan adalah para pendiri provinsi, ulama, dan akademisi Banten, dan yang dituju adalah Gubernur serta Ketua DPRD Provinsi Banten.
Informasi yang kami terima, surat permohonan audiensi panitia Kongres Rakyat Banten V hingga saat ini belum memperoleh jadwal tanggapan resmi. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan jarak komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
1. Pentingnya Menjaga Komunikasi agar Tidak Terjadi Jarak Persepsi
Belum adanya tanggapan resmi terhadap surat permohonan yang disampaikan oleh elemen masyarakat terhormat tentu perlu segera ditindaklanjuti secara administratif.
Hal ini penting agar tidak menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa aspirasi mereka belum menjadi prioritas. Padahal para penggagas Kongres Rakyat Banten V adalah bagian dari sejarah berdirinya Provinsi Banten. Menjaga komunikasi yang baik dengan mereka adalah bagian dari menjaga fondasi kebersamaan di Banten.
2. Dialog Terbuka Adalah Ruang untuk Saling Menguatkan
Pertemuan langsung antara Pemerintah Provinsi Banten dengan panitia Kongres Rakyat Banten V adalah ruang yang baik untuk saling berbagi informasi.
Bagi Pemerintah, ini adalah kesempatan untuk menyampaikan capaian dan tantangan pembangunan. Bagi Kongres Rakyat Banten V, ini adalah kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan masukan terkait pemerataan pembangunan, peningkatan manfaat investasi, perlindungan lahan pertanian, hingga kesejahteraan pekerja.
Dialog yang terbuka dan jujur justru akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Penundaan jadwal audiensi jika terjadi, tentu dapat dipahami karena kesibukan agenda pemerintahan, namun perlu ada kepastian jadwal agar komunikasi tetap terjaga.
3. Meluruskan Fungsi Kongres Rakyat Banten V Sebagai Mitra Strategis
Perlu diluruskan bersama bahwa Kongres Rakyat Banten V bukan merupakan kelompok oposisi.
Sejak awal keberadaannya, Kongres Rakyat Banten V lahir dari semangat membangun, bukan menjatuhkan. Kehadirannya adalah pelengkap aspirasi masyarakat yang mungkin belum tertampung secara utuh dalam jalur birokrasi maupun parlemen.
Fungsi Kongres Rakyat Banten V adalah sebagai mitra kritis dan mitra moral. Mitra kritis yang memberikan masukan konstruktif berbasis data dan pengalaman sejarah untuk kebaikan pembangunan Banten.
Pemerintahan yang sehat justru membutuhkan cermin kritis agar pembangunan tetap berada pada jalur cita-cita awal pembentukan Provinsi Banten 26 tahun lalu.
4. Prosedur Administrasi Perlu Diimbangi dengan Percepatan Layanan Aspirasi
Pemerintahan memiliki tata kelola dan antrean agenda yang harus diikuti. Hal tersebut dapat dipahami.
Namun, surat dari Panitia Kongres Rakyat Banten V yang terdiri dari para pendiri provinsi Banten, ulama, dan akademisi adalah hal yang memiliki nilai historis dan moral yang tinggi, sehingga patut mendapatkan perhatian yang proporsional. Bukan berarti aturan dilanggar, tetapi aturan perlu mampu beradaptasi dengan kepentingan menjaga keharmonisan antara pemerintah dan masyarakatnya.
Jika surat biasa pun seharusnya dijawab dalam waktu wajar, maka surat yang menyuarakan aspirasi elemen moral masyarakat tentu perlu mendapatkan kepastian jadwal tanggapan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
5. Menjaga Ikatan Moral Demi Kemajuan Banten
Belum terlaksananya audiensi ini jika berlarut tentu memiliki risiko komunikasi yang perlu dicegah bersama:
Pertama, potensi melemahnya ikatan moral antara pemerintah dan masyarakat yang telah ikut mendirikan Provinsi Banten ini. Ikatan ini tidak tertulis dalam undang-undang, tetapi memiliki pengaruh sosial yang kuat.
Kedua, potensi munculnya keraguan di masyarakat tentang keterbukaan pemerintah terhadap masukan dari luar lingkaran kekuasaan.
Ketiga, hilangnya kesempatan berharga untuk menyelaraskan arah kebijakan. Kongres Rakyat Banten V hadir untuk menawarkan solusi dan rekomendasi, bukan sekadar menyampaikan masalah.
Menjawab Surat Adalah Bagian dari Pelayanan Publik
Pada akhirnya, menjawab surat dari masyarakat termasuk para pendiri provinsi, ulama, dan akademisi adalah bagian dari pelayanan publik itu sendiri.
Kongres Rakyat Banten V tidak meminta kekuasaan. Mereka hanya ingin memastikan bahwa pemerintah tetap berjalan beriringan dengan masyarakat yang melahirkan Provinsi Banten.
Membuka pintu dialog adalah pengakuan sederhana namun berharga bahwa Banten ini milik kita semua.
Berdasarkan hal tersebut, kami berharap Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan pimpinan DPRD Provinsi Banten dapat segera memberikan tanggapan resmi dan kepastian jadwal audiensi bagi panitia Kongres Rakyat Banten V.
Dengan dibukanya ruang dialog, maka cita-cita awal pembentukan Provinsi Banten yaitu pemerataan manfaat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah investasi, penguatan kualitas SDM, dan pemerataan hasil pembangunan di kawasan perkotaan, industri, pesisir, maupun perdesaan dapat terus terjaga.
Data Kinerja Pembangunan Daerah Kemendagri Oktober 2026 mencatat ekonomi Banten tumbuh 5,49 persen dengan PDRB Rp 253,09 triliun, kemiskinan 5,3 persen, pengangguran 6,48 persen, dan IPM 77,25. Modal pembangunan ini akan semakin kuat jika disertai sinergi antara pemerintah dengan para pendiri Provinsi Banten, ulama, dan akademisi Banten.













