
BantenNet,Kabupaten Tangerang – Peningkatan coran dijalan atay kampung cijengir Rt.03/Rw.07 Desa kadu curug tangerang. Yang dilaksanakan oleh CV.ASLI RESI PERSADA, waktu pelaksanaan 60 hari kalender, dengan biaya Rp.148.310.000.00,- sumber dana APBD 2026.
Diduga CV.ASLI RESI PERSADA mengurangi spesifikasi ketebalan beton, begitu juga dengan gelaran agregat bercampur dengan sampah, jumat (21/8/2026).
Tak hanya itu Lapisan Pondasi Bawah (LPB), hamparan agregat rata – rata telihat diameter sangat teramat tipis. Dan diduga gelaran agregat hanya sebagai formalitas untuk meraup keuntungan diluar batas kewajaran dengan cara curang.
“Mengapa prilaku curang dalam pelaksanaan proyek selalu terjadi .. ? Karena lemahnya faktor pengawasan dari Dinas khususnya Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) kabupaten tangerang yang dianggap telah gagal dan lemahnya dalam pengawasan dilapangan dan cenderung melakukan pembiaran.
Berdasarkan informasi dari pekerja proyek yang dilaksanakan di malam gelap gulita tanpa lampu penerangan tersebut yakni kegiatan fisik pemerintah dari DBMSDA kabupaten tangerang.
Ini punya Dinas, coba tanya pengawas atau pelaksananya saja, saya disini cuma bekerja ucap salah satu pekerja yang tidak mau disebutkan namanya.
Gunawan yakni dari satgas Investigasi Perhimpunan Legislatif Muda Indonesia (PEMI), Menilai kinerja pejabat DBMSDA mulai dari pengawas Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) hingga pejabat pembuat komitmen (PPK) tidak berfungsi dan tidak mampu bekerja.
“Lebih baik mundur dari jabatannya kalau nggak mampu bekerja, dibelakang masih banyak orang yang mampu bekerja dan berkompetensi. Dari pada diisi pejabat yang hanya makan gaji buta saja,tegasnya.”
Hingga berita ini diterbitkan pengawas, PPTK, hingga Kepala Dinas DBMSDA belum dikonfirmasi.
>iwan







