BantenNet, SERANG — Forum musyawarah ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat Banten menggelar pertemuan dengan jajaran Danrem Serang di Kantor Korem Serang, Kamis (19/2/2026). Selain sebagai ajang silaturahmi, forum ini menjadi ruang dialog strategis mengenai penguatan sistem pertahanan wilayah, khususnya rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) Banten.
Tokoh pendiri Provinsi Banten, KH Embay Mulya Syarief, menegaskan bahwa setelah lebih dari dua dekade berdiri sejak tahun 2000, Banten dinilai telah memenuhi syarat administratif, geografis, dan kebutuhan keamanan untuk memiliki Kodam sendiri. Selama ini, wilayah Banten masih berada dalam struktur komando militer Jawa Barat.
Menurutnya, keberadaan Kodam bukan semata penambahan institusi, melainkan kebutuhan strategis negara dalam menjaga stabilitas kawasan industri, pelabuhan, jalur logistik nasional, hingga wilayah perbatasan laut di Selat Sunda. Ia menilai posisi Banten sebagai daerah penyangga ibu kota serta pintu gerbang Pulau Jawa menuntut sistem pertahanan yang lebih mandiri dan responsif.
“Sebagaimana telah berdirinya Kepolisian Daerah Banten, maka secara struktur keamanan wilayah, kehadiran Kodam Banten menjadi keniscayaan agar koordinasi pertahanan dan keamanan lebih efektif serta tidak lagi bergantung pada wilayah komando provinsi lain,” ujarnya.
Selain isu pertahanan, forum juga membahas keberadaan Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan). Para ulama dan akademisi menyoroti maraknya potensi alih fungsi hutan di wilayah Banten Utara yang dikhawatirkan terjadi secara ilegal. Mereka meminta pengawasan terpadu antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mencegah kerusakan ekologis yang dapat berdampak pada bencana lingkungan.
Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara unsur masyarakat dan aparat kewilayahan, baik dalam menjaga stabilitas keamanan maupun melindungi kawasan hutan sebagai penyangga ekosistem di Provinsi Banten.
> ldn
















