Banten RayaPeristiwa

BBM Subsidi Diduga Disedot dari SPBU untuk Dijual Eceran, Antrian Mengular

5
×

BBM Subsidi Diduga Disedot dari SPBU untuk Dijual Eceran, Antrian Mengular

Sebarkan artikel ini
Aktivitas pembelian berulang Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kecamatan Kosambi dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan masyarakat.( dok.foto : AI/ BantenNet)

BantenNet, TANGERANG – Aktivitas pembelian berulang Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kecamatan Kosambi dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pemilik warung Madura diduga menggunakan sepeda motor jenis Honda PCX untuk membeli Pertalite secara berulang. BBM yang dibeli kemudian dipindahkan ke dalam jeriken yang disimpan tidak jauh dari lokasi SPBU.

Modus tersebut dinilai mampu mengelabui pengawas maupun operator SPBU karena kendaraan yang digunakan merupakan sepeda motor umum dengan kapasitas tangki relatif besar. Aktivitas pengisian berulang ini juga dikeluhkan masyarakat karena menyebabkan antrean panjang di SPBU dan mengganggu warga lain yang hendak membeli BBM.

Menurut Divisi Litbang BantenNet, Mustajib, praktik penampungan BBM subsidi yang dilakukan secara berulang berpotensi merugikan masyarakat luas dan perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

“Kami meminta adanya tindakan nyata dari Kementerian ESDM maupun instansi berwenang agar praktik seperti ini tidak terus berlanjut dan merugikan masyarakat yang berhak mendapatkan BBM subsidi,” ujar Mustajib.

Ia menambahkan bahwa distribusi BBM subsidi harus diawasi secara ketat agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

Sementara itu, seorang pemilik warung Madura berinisial Leman mengakui bahwa dirinya membeli Pertalite menggunakan sepeda motor dan memindahkannya ke dalam jeriken untuk dijual kembali secara eceran di warung miliknya.

“Benar, BBM tersebut kami jual kembali di warung. Dalam sehari bisa beberapa kali membeli Pertalite di SPBU yang sama,” kata Leman, Jumat (20/8/2026).

Leman juga mengaku menampung BBM dalam beberapa jeriken yang tidak hanya digunakan untuk warung miliknya, tetapi juga untuk kebutuhan warung milik kerabatnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun pengelola SPBU terkait dugaan praktik penampungan dan penjualan kembali BBM subsidi tersebut. Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan pengawasan dan penertiban guna memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.

> ldn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *