banner 468x60
Ragam

Baru Dua Minggu Rampung, Jalan Beton di Neglasari Mulai Retak, Proyek Rp5,19 Miliar Disorot

7
Kualitas proyek peningkatan infrastruktur Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, mulai dipertanyakan. (dok.foto : BantenNet)

BantenNet, TANGERANG – Kualitas proyek peningkatan infrastruktur Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, mulai dipertanyakan. Pasalnya, jalan beton yang baru selesai dikerjakan sekitar dua minggu lalu dilaporkan sudah mengalami keretakan di sejumlah titik.

Proyek yang dikerjakan CV Vir Maju Bersama dengan nilai anggaran mencapai Rp5.192.513.000 atau lebih dari Rp5,19 miliar tersebut kini menjadi sorotan warga dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Selain persoalan keretakan beton, proyek itu juga disorot karena dinilai belum didukung penataan drainase yang memadai.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, hingga perencanaan pembangunan yang seharusnya memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Janri Ginting dari LSM Harimau Kota Tangerang menyayangkan kondisi jalan yang dilaporkan mulai retak meskipun baru selesai dibangun. Ia menilai pelaksanaan proyek infrastruktur tidak boleh hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi harus memastikan kualitas dan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Menurut Ginting, persoalan lain yang perlu mendapat perhatian serius adalah posisi badan jalan yang lebih tinggi, sementara sistem drainase di lokasi dinilai belum memadai.

“Peningkatan jalan ini jangan sampai justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat. Drainase harus menjadi perhatian serius karena air berpotensi menggenangi rumah warga. Apalagi, terdapat saluran limbah warga yang mengarah ke badan jalan,” ujar Ginting.

Ia juga menyoroti material berupa kayu dan sisa pekerjaan yang disebut masih berserakan di sekitar lokasi proyek dan belum dibersihkan oleh pelaksana.

Menurutnya, pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran daerah harus memperhatikan seluruh aspek, mulai dari kualitas konstruksi, keselamatan masyarakat, kebersihan lokasi, hingga dampak pembangunan terhadap lingkungan permukiman.

Keluhan serupa disampaikan seorang warga setempat berinisial DN. Ia mengaku kecewa melihat kondisi jalan yang baru selesai dibangun, tetapi sudah memperlihatkan keretakan di sejumlah bagian.

“Retakan terlihat di beberapa bagian jalan yang baru dibuat. Kami khawatir kerusakannya semakin parah jika tidak segera ditangani. Jalan ini baru digunakan sebentar, tetapi sudah terlihat retakan, padahal anggaran pembangunannya mencapai sekitar Rp5 miliar,” ungkap DN kepada media, Selasa (27/10/2026).

Warga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang segera turun langsung melakukan pemeriksaan. Mereka juga mendesak agar persoalan ketinggian badan jalan dan sistem drainase dievaluasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan genangan maupun dampak buruk bagi lingkungan sekitar.

LSM Harimau Desak Kejari Telusuri Pelaksanaan Proyek

Tidak hanya meminta evaluasi teknis, LSM Harimau juga mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang menelusuri pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Iskandar Muda tersebut.

Janri Ginting menilai penelusuran diperlukan untuk memastikan penggunaan anggaran daerah lebih dari Rp5,19 miliar itu benar-benar sesuai ketentuan, spesifikasi teknis, dokumen kontrak, serta hasil pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, pemeriksaan tidak cukup hanya melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga perlu mencocokkan dokumen perencanaan, proses pelaksanaan, volume pekerjaan, mutu material, hingga hasil pengujian konstruksi.

Meski demikian, keretakan yang ditemukan di lapangan belum serta-merta membuktikan adanya penyimpangan atau tindak pidana. Diperlukan pemeriksaan teknis dan penelusuran dokumen secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab kerusakan serta memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.

Ginting mengungkapkan, pihaknya telah berupaya meminta penjelasan kepada pelaksana proyek maupun Dinas PUPR Kota Tangerang. Namun, upaya komunikasi, termasuk mendatangi kantor dan menghubungi pihak terkait di lapangan, disebut belum mendapatkan tanggapan yang memadai.

Belum adanya penjelasan tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan dan penanganan persoalan di lokasi proyek masih belum terjawab.

LSM Harimau meminta Dinas PUPR Kota Tangerang tidak tinggal diam dan segera memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat. Pemeriksaan terhadap kondisi beton, sistem drainase, serta penanganan sisa material dinilai perlu segera dilakukan.

PUPR dan Pelaksana Proyek Diminta Berikan Penjelasan

Hingga berita ini diterbitkan, penjelasan resmi dari CV Vir Maju Bersama selaku pelaksana proyek dan Dinas PUPR Kota Tangerang terkait keretakan beton, persoalan drainase, serta material sisa pekerjaan masih diperlukan.

Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

Masyarakat berharap proyek infrastruktur dengan nilai anggaran lebih dari Rp5,1 miliar tersebut tidak sekadar selesai secara administratif, tetapi benar-benar memenuhi standar kualitas konstruksi dan memberikan manfaat jangka panjang.

Sebab, anggaran yang bersumber dari keuangan daerah merupakan uang publik yang penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan. Jika ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya, instansi berwenang diharapkan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

> bob

Exit mobile version