Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Banten RayaRagam

Media Center Sukadiri Gelar Evaluasi Kinerja, Tegaskan Arah Pers Berdaulat dan Beretika

30
×

Media Center Sukadiri Gelar Evaluasi Kinerja, Tegaskan Arah Pers Berdaulat dan Beretika

Sebarkan artikel ini
Ketua Media Center Sukadiri (MCS) Ijum Setiawan, saat memberikan sambutan di acara rapat evaluasi kinerja dengan pendekatan berbeda. Bertempat di Cafe LULA Pemancingan, Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan,

BantenNet, TANGERANG — Media Center Sukadiri (MCS) menggelar rapat evaluasi kinerja dengan pendekatan berbeda. Bertempat di Cafe LULA Pemancingan, Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, forum ini mengangkat tema strategis “Arah Tujuan Pers di Masa Mendatang: Pers Maju, Pers Berdaulat, dan Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi”, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Camat Sukadiri Nurjana, Ketua MCS Ijum Setiawan, narasumber Ecep Ishak Fariduddin, MA, serta jajaran anggota MCS, insan pers, dan tamu undangan. Meski berlangsung dalam suasana santai, diskusi berjalan serius dan kritis, menyoroti tantangan serta masa depan pers lokal di tengah derasnya arus digitalisasi informasi.

Ketua MCS Ijum Setiawan menegaskan bahwa evaluasi kinerja bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan upaya reflektif untuk menilai sejauh mana pers lokal menjalankan perannya secara profesional dan bertanggung jawab.

“Pers di Sukadiri tidak boleh hanya menjadi penyampai kabar. Media harus mampu mengedukasi, mencerdaskan publik, serta berdiri berdaulat dengan tetap menjaga etika dan independensi,” ujar Ijum.

Ia menambahkan, tantangan utama pers saat ini bukan hanya kecepatan menyajikan informasi, tetapi kemampuan beradaptasi dengan teknologi tanpa terjebak pada sensasi dan kepentingan sesaat. Karena itu, kolaborasi antarmedia dinilai penting demi menjaga kualitas dan kesehatan informasi yang diterima masyarakat.

Sementara itu, narasumber Ecep Ishak Fariduddin, MA, memberikan penekanan tegas pada aspek fundamental jurnalistik. Ia mengapresiasi langkah MCS yang berani melakukan evaluasi terbuka, sesuatu yang dinilainya masih jarang dilakukan di tingkat kecamatan.

“Paragraf pertama adalah wajah berita. Jika datanya keliru, maka runtuh seluruh bangunan informasi,” tegas Ecep. Menurutnya, wartawan bukan sekadar penulis peristiwa, melainkan bagian dari pilar keempat demokrasi yang memiliki tanggung jawab moral.

Ia menegaskan bahwa pers harus menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kekuasaan dan kebijakan publik. Media, kata dia, juga tidak boleh ragu mengangkat isu-isu strategis nasional maupun global selama relevan dan berdampak bagi masyarakat.

Rapat evaluasi ini menegaskan komitmen Media Center Sukadiri untuk terus berbenah. Penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas karya jurnalistik, serta penjagaan integritas pers menjadi fondasi utama dalam membangun media yang tidak hanya cepat, tetapi juga bermartabat.

Dari ruang sederhana di meja kafe, diskusi tentang masa depan pers dan demokrasi pun menguat—menjadi bukti bahwa pers yang kuat lahir dari keberanian untuk terus mengoreksi diri.

>hri

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *