banner 468x60
Banten RayaPeristiwa

Proyek Saluran Air di Desa Laksana Disorot Warga, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

19

BantenNet, TANGERANG – Proyek pemeliharaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) U-Ditch di Kampung Laksana RT 02/02, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan warga. Pasalnya, kondisi pekerjaan di lapangan dinilai belum menunjukkan hasil yang maksimal. Sejumlah bagian saluran masih terlihat dipenuhi tanah, lumpur, sisa material bangunan, serta belum tertata rapi.

Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan Pemeliharaan Saluran Air SPAL U-Ditch Kampung Laksana RT 02/02 Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp99.595.000.

Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Pakuhaji Berkah Utama dengan masa pelaksanaan selama 25 hari kalender.

Kondisi proyek tersebut memicu kekecewaan warga yang berharap pembangunan saluran dapat meningkatkan kualitas drainase lingkungan dan mengurangi potensi genangan air.

Salah seorang warga, Dilla (42), mengaku kecewa setelah melihat kondisi pekerjaan di lokasi yang dinilainya belum memberikan hasil sesuai harapan masyarakat.

“Kami tentu mendukung adanya perbaikan saluran. Namun jika hasilnya masih terlihat kurang rapi dan menyisakan banyak material, wajar jika masyarakat mempertanyakan kualitas pekerjaannya. Harapan kami, saluran ini benar-benar berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Menurutnya, warga tidak mempermasalahkan penggunaan anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur. Namun, masyarakat berharap setiap pekerjaan yang dibiayai oleh uang negara dilaksanakan secara profesional, sesuai spesifikasi teknis, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.

Dari hasil pantauan di lokasi, terlihat adanya saluran sempit di antara bangunan warga yang masih menyisakan genangan air berwarna gelap. Selain itu, sejumlah material bekas pekerjaan masih tampak berada di sekitar area saluran.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan, mengingat fungsi utama saluran adalah memperlancar aliran air serta mencegah terjadinya genangan di kawasan permukiman.

Warga meminta pemerintah desa, Kecamatan Pakuhaji, serta instansi teknis terkait untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap hasil pekerjaan sebelum proyek dinyatakan selesai dan diserahterimakan.

“Kami tidak memahami aspek teknis pekerjaan. Namun yang kami ketahui, proyek ini menggunakan anggaran pemerintah. Karena itu, kami berharap hasilnya benar-benar sesuai standar dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Dilla.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana kegiatan maupun Pemerintah Kecamatan Pakuhaji belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi pekerjaan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan mengenai progres pekerjaan, spesifikasi teknis, serta kesesuaian pelaksanaan proyek dengan ketentuan yang berlaku.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan keterangan warga. Penilaian akhir terkait kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis tetap menjadi kewenangan instansi yang berwenang melakukan pemeriksaan dan pengawasan.

> bob

Exit mobile version