BantenNet, TANGERANG – Camat Sepatan Timur yang baru, Dwi Candra Budiman, langsung tancap gas menyiapkan sejumlah langkah kerja usai menjalani serah terima jabatan (sertijab).(06/11/2026)
Salah satu gebrakan awal yang dibawanya adalah menggalakkan penghijauan dengan mengumpulkan lebih dari 100 bibit pohon untuk segera ditanam di sejumlah titik lokasi.
Dalam keterangannya Dwi mengatakan, pergantian kepemimpinan di Kecamatan Sepatan Timur berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Ia mengapresiasi dukungan para pemangku kepentingan yang dinilai telah menunjukkan kekompakan dalam menyambut kepemimpinannya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan wilayah.
Terkait program kerjanya, Dwi menegaskan tidak ingin membatasi langkah awal kepemimpinannya dengan konsep 100 hari kerja atau apapun. Saya memilih langsung bergerak menjalankan agenda dan menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
“Ngapsin ada agenda 100 hari kerja segala, kita langsung gaspol aja, tidak ada seratus hari-seratus hari,” tegasnya kepada Awak media
Dirinya hanya menjelaskan, jika saat ini fokus kerja pemerintah Kecamatan Sepatan Timur adalah memastikan program pemerintah Pusat, Povinsi, hingga Kabupaten Tangerang dapat berjalan dengan baik dan maksimal..
Selain itu, pihaknya akan mengidentifikasi berbagai persoalan di tengah masyarakat dan mengupayakan penyelesaian secara cepat serta tepat sasaran.
Dwi juga menyoroti karakteristik masyarakat Sepatan Timur yang memiliki aktivitas ekonomi beragam, mulai dari sektor pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, hingga industri.
Karena itu, ia ingin memastikan masyarakat mendapatkan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan beribadah.
“Jadi kita harus bisa bagaimana caranya masyarakat Sepatan Timur itu bisa nyaman untuk beraktivitas, nyaman untuk bekerja, dan nyaman untuk beribadah sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Untuk merealisasikan berbagai agenda tersebut, Dwi berencana membangun komunikasi dan melibatkan sejumlah elemen masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), hingga para kepala desa.
Menurutnya, masukan dari berbagai pihak diperlukan agar kebijakan dan program pemerintah kecamatan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus sesuai dengan kondisi wilayah.
Di sisi lain, Dwi juga mengawali kepemimpinannya dengan mengusung gerakan peduli lingkungan. Ia mengimbau kerabat maupun kolega yang hendak menyampaikan ucapan selamat atas jabatan barunya agar tidak memberikan karangan bunga, melainkan menggantinya dengan bibit tanaman.
Ajakan tersebut mendapat respons positif. Hingga pelaksanaan kegiatan, lebih dari 100 bibit pohon berhasil terkumpul.
“Nanti kita akan tanam di sekitaran area kantor Kecamatan atau kita tanam di stadion mini, atau kita tawarkan kepada staf-staf kita yang ingin menanam di rumahnya,” jelasnya.
Dwi berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan.
Dirinya memandang kegiatan menanam pohon tersebut sebagai bentuk amal kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Semogaini tidak pernah luput dari naungan berkah dan ridha dari Allah SWT,” pungkasnya.
>ldn













