BMKG Prediksi Hujan Lebat di Wilayah 6 Provinsi

Avatar photo
BantenNet.com.JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berhasil mendeteksi siklon tropis bernama Cempaka yang tumbuh sangat dekat dengan pesisir selatan Pulau Jawa, Senin (27/11) pukul 19.00.
Di lansir jpnn.com, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan, adanya siklon tropis Cempaka di wilayah perairan sebelah selatan Jawa Tengah itu mengakibatkan perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya.
“Dampak yang ditimbulkan adanya siklon tropis Cempaka berupa potensi hujan lebat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/11).
Mulyono melanjutkan, potensi angin kencang bisa mencapai 30 knot di wilayah Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Laut Jawa, Selat Sunda bagian Utara.
Juga perairan Utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean, Laut Sumbawa, Selat Bali hingga Selat Alas, Selat Lombok bagian Selatan dan Perairan Selatan Bali hingga Pulau Sumba.
Potensi gelombang tinggi 2,5 meter sampai 6 meter di Perairan Selatan Jawa Timur, Laut Jawa Bagian Timur, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Selatan Jawa Tengah.
“Diperkirakan siklon tropis Cempaka masih akan bertahan dalam dua hingga tiga hari ke depan. Masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang pohon tumbang dan jalan licin,” kata dia.
Dia juga menyampaikan aktivitas penerbangan di beberapa bandara di Pulau Jawa berpotensi terganggu akibat hujan dan angin kencang.
“Dengan kondisi gelombang laut yang cukup tinggi masyarakat dan kapal-kapal yang melintas diimbau untuk tetap waspada dan siaga terutama nelayan tradisional yang beroperasi di Perairan Selatan Jawa.
Selain itu, diimbau untuk masyarakat pesisir agar menghindari aktivitas di sekitar pantai karena potensi gelombang pasang dapat terjadi di Perairan selatan Jawa Tengah dan DIY,” kata dia.
>red